2 Pekan Ramadhan Peziarah Jumlah ke Wisata Religi Sunan Ampel Menurun
Koran Sibolga – 2 Pekan Ramadhan Peziarah Memasuki dua pekan pertama bulan Ramadan, jumlah peziarah yang datang ke kawasan wisata religi Masjid Sunan Ampel di Surabaya dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini cukup terasa bagi para pedagang dan pengelola kawasan religi yang biasanya dipadati pengunjung selama Ramadan.
Aktivitas Ziarah Masih Ada, Namun Tidak Seramai Biasanya
Kawasan makam Sunan Ampel dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi paling populer di Jawa Timur. Setiap bulan Ramadan, ribuan peziarah dari berbagai daerah biasanya datang untuk berdoa dan berziarah.
Namun pada tahun ini, suasana terlihat lebih lengang. Meski masih ada rombongan peziarah yang datang, jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Banyak area di sekitar kompleks makam yang biasanya penuh oleh peziarah kini terlihat lebih lapang.
Beberapa pengunjung mengatakan mereka memilih datang pada waktu tertentu agar tidak terlalu ramai. Selain itu, sebagian orang juga menunda perjalanan ziarah hingga mendekati akhir Ramadan.
Baca Juga: Pengiriman 10 Kg Sabu dari Malaysia ke Medan Digagalkan
Pedagang Merasakan Dampaknya
Penurunan jumlah peziarah turut dirasakan oleh pedagang di sekitar kawasan wisata religi tersebut. Banyak dari mereka yang biasanya mengandalkan lonjakan pengunjung selama Ramadan untuk meningkatkan pendapatan.
Seorang pedagang makanan khas Timur Tengah di sekitar Masjid Sunan Ampel mengaku omzetnya menurun dalam dua pekan pertama Ramadan. Ia mengatakan pengunjung tetap ada, tetapi tidak sebanyak biasanya.
Pedagang suvenir dan perlengkapan ibadah juga merasakan hal yang sama. Mereka berharap jumlah peziarah akan meningkat menjelang akhir Ramadan atau mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Faktor Cuaca dan Perubahan Pola Wisata
Beberapa faktor disebut menjadi penyebab berkurangnya jumlah peziarah. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang kurang menentu dalam beberapa waktu terakhir. Hujan yang sering turun membuat sebagian orang menunda perjalanan ziarah.
Selain itu, perubahan pola wisata masyarakat juga ikut memengaruhi jumlah kunjungan. Saat ini, banyak orang memilih berziarah pada malam hari atau mendekati akhir Ramadan ketika suasana dianggap lebih meriah.
Pengelola kawasan wisata religi juga menyebut bahwa sebagian rombongan ziarah dari luar kota biasanya datang pada minggu terakhir Ramadan.
Harapan Lonjakan Menjelang Akhir Ramadan
Meski mengalami penurunan pada dua pekan pertama, para pedagang dan pengelola kawasan tetap optimistis jumlah pengunjung akan meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Tradisi ziarah menjelang Idul Fitri masih menjadi kebiasaan masyarakat di berbagai daerah.
Biasanya, pada sepuluh hari terakhir Ramadan, kawasan makam Sunan Ampel kembali dipadati peziarah. Banyak rombongan datang dari luar kota untuk berdoa sekaligus melakukan wisata religi di Surabaya.
Selain berziarah, pengunjung juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati kuliner khas kawasan Ampel dan membeli berbagai suvenir.
2 Pekan Ramadhan Peziarah Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Kompleks makam Sunan Ampel merupakan salah satu situs penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Tokoh yang termasuk dalam kelompok Wali Songo ini dikenal berperan besar dalam dakwah Islam pada abad ke-15.
Keberadaan Masjid Sunan Ampel yang bersejarah membuat kawasan tersebut menjadi destinasi ziarah yang selalu ramai sepanjang tahun, terutama pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.






