Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Banjir Rendam Pati Jenazah Warga Mintobasuki Diantar ke Makam Naik Perahu

Banjir Rendam Pati Jenazah
Skintific

Banjir Rendam Pati Jenazah Warga Mintobasuki Diantar ke Makam Naik Perahu

Koran Sibolga — Banjir Rendam Pati Jenazah  yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, minggu lalu menambah deretan kesulitan yang dialami masyarakat setempat. Salah satu kejadian yang menyita perhatian publik adalah prosesi pemakaman jenazah seorang warga Desa Mintobasuki, Kecamatan Trangkil, yang harus dilakukan dengan cara tidak biasa—menggunakan perahu. Banjir yang melanda daerah tersebut telah merendam sejumlah desa, termasuk kawasan pemakaman, yang membuat pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir menjadi tantangan besar bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Kondisi Banjir yang Parah di Pati

Sejak awal Januari 2026, hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah, termasuk Pati, menyebabkan sungai-sungai di daerah tersebut meluap. Akibatnya, banjir besar melanda kawasan-kawasan pemukiman, pertanian, hingga infrastruktur vital. Desa Mintobasuki yang terletak di wilayah pesisir dan dekat dengan Sungai Juwana, tidak luput dari dampak banjir. Air yang menggenang setinggi lebih dari satu meter merendam rumah-rumah warga dan jalur akses menuju pemakaman desa.

Skintific

Banjir yang datang begitu cepat membuat warga kesulitan untuk beraktivitas, bahkan untuk keperluan yang sangat mendesak sekalipun, seperti pengantaran jenazah ke makam. Keadaan ini semakin diperburuk dengan minimnya akses kendaraan yang bisa melalui jalan-jalan yang terendam air. Namun, hal ini tak menghalangi keluarga almarhum untuk melaksanakan pemakaman dengan cara yang penuh pengorbanan.

Banjir Rendam Pati Jenazah Jenazah Ditarik Menggunakan Perahu

Momen haru terjadi saat jenazah almarhum, yang bernama Suyatno (60), seorang petani asal Mintobasuki, hendak dibawa ke pemakaman umum. Karena jalan utama menuju pemakaman terendam, keluarga dan tetangga memutuskan untuk mengantar jenazah menggunakan perahu. Perahu kayu sederhana disiapkan untuk mengangkut peti jenazah yang dibalut kain kafan menuju makam, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah duka.

Prosesi yang biasanya berjalan lancar dan sederhana, kini berubah menjadi peristiwa yang menguras emosi. Warga yang turut serta dalam prosesi tersebut harus bekerja keras mendayung perahu menembus derasnya arus banjir. Beberapa anggota keluarga dan tetangga almarhum dengan penuh khidmat mengikuti prosesi tersebut, meskipun air banjir semakin dalam dan cuaca tak mendukung.Banjir di Pati Makin Parah, Warga Desa Mintobasuki Gabus Beraktivitas Pakai  Perahu! - Radar Kudus

Baca Juga: Demo Besar Guncang Perancis Petani Kerahkan 350 Traktor ke Paris

Kendala dan Tantangan Selama Proses Pemakaman

Selain kesulitan dalam mengantar jenazah, prosesi pemakaman itu sendiri juga diwarnai oleh berbagai tantangan. Lokasi makam yang berada di kawasan yang lebih tinggi pun turut terendam air, sehingga proses penguburan terpaksa dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Meskipun demikian, berkat semangat gotong royong dan saling membantu antarwarga, jenazah akhirnya dapat dimakamkan dengan penuh hormat.

“Ini adalah salah satu momen yang sulit dilupakan. Kami bersama-sama bekerja keras agar jenazah bisa sampai ke makam meskipun banjir menghalangi segala sesuatu. Kami terharu melihat semangat keluarga dan tetangga yang tidak mengenal lelah,” ujar Suharyanto, salah seorang warga yang turut membantu prosesi pemakaman.

Kepedulian Warga dan Solidaritas di Tengah Bencana

Di tengah-tengah bencana yang melanda, kejadian ini menyoroti pentingnya rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Banyak pihak yang datang membantu tanpa diminta, baik itu untuk menyiapkan perahu, mendampingi keluarga almarhum, maupun mendukung proses pemakaman. Meskipun banyak yang harus berjuang melawan banjir, semangat kebersamaan di antara warga Mintobasuki patut diacungi jempol.

“Kami saling membantu agar semuanya berjalan lancar. Meskipun jalan terendam, kami tidak boleh mengabaikan prosesi pemakaman. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum,” ujar Siti Aminah, salah satu keluarga almarhum yang ikut serta dalam prosesi tersebut.

Banjir Rendam Pati Jenazah Banjir sebagai Peringatan untuk Infrastruktur dan Keamanan

Banjir besar yang merendam wilayah Pati, termasuk Desa Mintobasuki, mengingatkan pentingnya infrastruktur yang tangguh dalam menghadapi bencana. Warga setempat berharap agar pemerintah dapat segera menangani permasalahan banjir yang sering kali terjadi setiap musim hujan. Selain itu, warga juga menginginkan peningkatan sistem drainase yang lebih baik serta pembangunan infrastruktur yang bisa mengurangi dampak bencana bagi masyarakat.

“Kami berharap ada perbaikan infrastruktur yang memadai untuk mencegah banjir yang semakin parah. Kami juga berharap ada solusi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkap Ketua RT setempat, Iskandar.

Kesimpulan: Semangat Kemanusiaan dalam Bencana

Meski tragedi banjir melanda, momen pengantaran jenazah Suyatno menggunakan perahu menjadi bukti kuat tentang semangat kemanusiaan dan kebersamaan dalam masyarakat. Meskipun terhalang oleh bencana, warga Mintobasuki menunjukkan bahwa dalam situasi sulit sekalipun, nilai-nilai gotong royong dan solidaritas tetap terjaga.

Di balik kesedihan yang menyelimuti prosesi pemakaman, ada harapan bagi perbaikan infrastruktur dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya persatuan di tengah-tengah kesulitan dan bagaimana kita bisa saling membantu dalam situasi apapun.

Skintific