Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

detik Armada Laut Rusia Luncurkan Rudal Zircon di Laut Barents

detik Armada Laut Rusia
Skintific

detik Armada Laut Rusia Lancarkan Zircon Hipersonik dari Fregat Admiral Golovko di Laut Barents

Koran Sibolga — detik Armada Laut Rusia Sebagai bagian dari latihan gabungan “Zapad‑2025” dengan Belarus, Angkatan Laut Rusia meluncurkan rudal hipersonik terbaru, Zircon (Tsirkon), dari fregat Admiral Golovko di Laut Barents.

Latihan tersebut melibatkan berbagai elemen militer Rusia, termasuk pesawat-pesawat Su-34 yang melakukan serangan darat.

Skintific

detik Armada Laut Rusia Zircon: Senjata Hipersonik Rusia yang Dinilai Mengancam Sistem Pertahanan Modern

Rusia Lepas Kapal Fregat Berpeluru Kendali Hipersonik Zirkon ke Samudera Hindia - TIMES Indonesia


Baca Juga: Eks Kades Sumberjaya Bekasi Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 2,5 Miliar

detik Armada Laut Rusia Peluncuran Zircon di Laut Barents: Isyarat Kekuatan Militer Rusia ke NATO dan Dunia

Kegiatan militer Rusia ini, khususnya peluncuran rudal hipersonik Zircon dari fregat Admiral Golovko, dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Moskow ingin menunjukkan kekuatannya di wilayah Arktik dan Lautan Utara.

Peluncuran seperti ini bisa memperkuat posisi tawar Rusia dalam dinamika keamanan regional.


detik Armada Laut Rusia Reaksi Internasional Terhadap Peluncuran Zircon Rusia di Barents Sea

Peluncuran rudal Zircon ini mendapat sorotan dari beberapa pihak luar negeri, terutama NATO dan negara-negara Eropa Utara, yang memperingatkan bahwa penggunaan rudal hipersonik oleh Rusia menambah kompleksitas keamanan di kawasan.

 Tentang Rudal Zircon

Meskipun Rusia dan Belarus menyatakan bahwa latihan ini bersifat defensif, NATO meluncurkan operasi Eastern Sentry untuk memperkuat sayap timurnya setelah insiden pesawat tak berawak Rusia jatuh di Polandia pada 9–10 September.

 Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa operasi ini menjadi bukti kemajuan teknologi persenjataan Rusia dan kesiapan tempur armada lautnya.

Selain peluncuran rudal, latihan militer ini juga melibatkan dukungan udara dari pesawat tempur Su-34 dan pengawasan dari pesawat anti-kapal selam Tu-142.

Peluncuran Zircon di Laut Barents juga menjadi sinyal strategis Rusia untuk menunjukkan kekuatan militernya di kawasan Arktik yang kaya sumber daya dan menjadi fokus geopolitik penting, terutama dalam persaingan dengan NATO.

Meski Rusia menegaskan bahwa latihan Zapad 2025 bersifat defensif, langkah ini mendapat perhatian serius dari negara-negara Barat dan NATO yang memandang perkembangan senjata hipersonik sebagai ancaman baru dalam dinamika keamanan global.

Skintific