Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Karya Kreatif Sumut hadirkan. lomba fashion tampilkan etnik Sumatera

Karya Kreatif Sumut
Skintific

1.  Karya Kreatif Sumut Tampilkan Pesona Etnik Lewat Lomba Fashion

Koran Sibolga Karya Kreatif Sumut (KKS) kembali memukau publik. Tahun ini, sorotan utama tertuju pada lomba fashion bertema etnik Sumatera, yang menyuguhkan busana hasil karya desainer muda dengan sentuhan tradisional khas daerah.

Sebanyak 20 finalis beradu gaya dengan balutan kain tenun, ulos, dan songket khas Sumatera, memadukan tradisi dan kreativitas modern. Ajang ini tidak hanya jadi wadah ekspresi seni, tetapi juga mendorong pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan UMKM tekstil.

Skintific

2. Gaya Fashion Magazine: Gairah Tradisi dalam Gaun Etnik Karya Anak Sumatera

Tradisi bertemu tren. Itulah yang terlihat dalam panggung Lomba Fashion Etnik di Karya Kreatif Sumut 2025. Gaun-gaun berpotongan modern dihiasi motif Gorga Batak, tenunan Mandailing, dan sentuhan glamor Melayu tampil memesona di atas runway Medan Mall.

Salah satu desain paling mencolok hadir dari Aditya Putra, yang menciptakan siluet asimetris berbahan dasar tenun Silungkang dengan aksen metalik. “Saya ingin menjembatani budaya dan gaya hidup urban,” katanya.

Lomba ini membuktikan bahwa etnik bukan lagi sekadar warisan, tapi juga masa depan fashion Indonesia.

Beranda - Diskominfo Provsu


Baca Juga: Oknum guru pelaku pelecehan seksual siswa di Deli Serdang ditangkap

3.Karya Kreatif Sumut Gaya Ekonomi Kreatif: UMKM Bangkit Lewat Runway, Lomba Fashion Jadi Sorotan KKS 2025

Fashion show bertema etnik dalam Karya Kreatif Sumut 2025 bukan sekadar ajang gaya. Ia menjadi bagian dari strategi besar memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Produk yang tampil menggunakan bahan lokal dari pengrajin di Samosir, Mandailing, dan Deli Serdang.

Bank Indonesia bersama Pemprov Sumut mendorong agar lomba ini jadi agenda tahunan yang memperkuat branding kain tradisional Sumatera di pasar nasional dan global.


4. Karya Kreatif Sumut Gaya Sosial Budaya: Warisan Leluhur Kini Melangkah di Catwalk

Dulu, ulos dan songket hanya dikenakan di pesta adat atau pernikahan. Kini, lewat lomba fashion Karya Kreatif Sumut, kain-kain itu melenggang dengan megah di runway modern.

Desainer muda seperti Laila Nur dari Tapanuli Selatan menjahitkan kembali cerita neneknya ke dalam sepotong jaket batik tenun. “Dulu saya malu pakai kain tradisional. Sekarang justru saya bangga menampilkannya di depan banyak orang.”

Acara ini berhasil menghidupkan identitas Sumatera sebagai rumah bagi keragaman dan keanggunan budaya, yang tidak lekang oleh waktu.


5. Gaya Feature/Naratif: Di Balik Benang dan Ulos, Ada Mimpi Anak Daerah

Sore itu, langit Medan tampak bersahabat. Di belakang panggung, Sarah, 22 tahun, memandangi karyanya: gaun panjang dari tenun Mandailing dengan aksen bordir tangan. Ini bukan hanya soal lomba. Ini tentang mimpi.

“Aku anak petani. Tapi aku percaya, kalau kita punya cerita, fashion bisa jadi bahasa,” ujarnya sambil menahan haru.

Ia memperagakan harapan: bahwa karya anak daerah bisa menginspirasi dunia.

Skintific