1. Komjen Purn Mathius Fakhiri Jejak Pribadi & Latar Belakang Awal
Koran Sibolga Komjen Purn Mathius Fakhiri lahir pada 6 Januari 1968 di Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat. Ia merupakan anak ketiga dari sepuluh bersaudara dalam keluarga berdarah suku Awyu dan Inanwatan. Sejak kecil, hidupnya penuh tantangan — termasuk pengalaman “mati suri” saat berusia di bawah dua tahun yang sempat memengaruhi kemampuan bicaranya, sebelum akhirnya pulih kembali berkat dukungan keluarga
Pendidikan formalnya menempuh SD di Merauke, SMP di Wamena, dan SMA Negeri 2 Jayapura (lulus 1987). Kelak, ia meneruskan ke Akademi Kepolisian (Akpol) dan menempuh pendidikan tinggi di STIK/PTIK (2001), Sespim Polri (2005), dan Sesko TNI (2018) =
2. Karier Gemilang di Kepolisian
Polri adalah panggung karier utama Fakhiri. Ia adalah lulusan Akpol 1990 dari divisi Brimob dan meniti karier dari posisi awal seperti Pama Polres Palangkaraya hingga akhirnya menjabat sebagai Kapolda Papua (2021–2024)
Selama bertugas di Papua, Mathius menunjukkan kinerja impresif dalam penegakan keamanan, termasuk operasi-operasi penting seperti Nemangkawi, Damai Cartenz, serta respon terhadap konflik bersenjata KKB di wilayah Puncak, Paniai, Ilaga, hingga terhadap insiden rasisme dan pembunuhan tragis terhadap aktivis Papua
Atas prestasinya, khususnya selama pengabdian di Papua antara 2014 hingga 2024, ia diberi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Komjen, menjadikannya Kapolda Papua pertama berpangkat tiga bintang
Baca Juga: Polda Sumut gagalkan 286 kilogram sabu-sabu dari Langkat
3. Transisi Politik & Jalan Menuju Gubernur
Pada 28 Agustus 2024, Fakhiri mengundurkan diri dari Polri untuk maju dalam Pilkada Papua 2024 sebagai calon Gubernur yang dipasangkan dengan Aryoko Rumaropen
Didukung 17 partai politik dalam koalisi Papua Cerah — mulai dari Demokrat, Gerindra, Golkar, hingga PKB dan PSI — ia mencalon sebagai sosok independen dengan koalisi politik luas
Saat pemilihan awal di 27 November 2024, ia kalah tipis dari Benhur Tomi Mano (PDI‑P) dengan selisih suara 1, sekitar 49,32% berbanding 50,68%. Namun, Mahkamah Konstitusi membatalkan hasil itu karena keberatan soal calon wakil gubernur Mano, dan menjadikan PSU sebagai jalan ke depan.
4. Momen Kemenangan di PSU & Pesan Persatuan
Pada 6 Agustus 2025, PSU dihelat ulang. Menjelang hari pencoblosan, Fakhiri mengeluarkan beberapa seruan penting untuk menjaga kerukunan:
Meminta maaf jika selama kampanye ada gesekan dan menekankan menjaga persaudaraan suku Papua.
Mengajak masyarakat datang ke TPS, menggunakan hak pilih dengan bijak, dan tetap damai.
Menekankan etika politik, saling menghargai, dan menebar kebaikan serta solidaritas.
Pasca-PSU, Mathius D. Fakhiri dan pasangannya menyatakan kemenangan sebagai kemenangan rakyat Papua. Ia menyampaikan bahwa mandat ini adalah hasil perjuangan bersama seluruh relawan dan pihak yang mempercayai visi mereka
5. Komjen Purn Mathius Fakhiri Perjalanan Spiritual
Sebuah babak baru hadir dalam kehidupan Fakhiri saat ia memutuskan untuk pindah keyakinan dari Hindu ke Islam pada Maret 2024.
Kesimpulan: Kepemimpinan Berlapis dan Inspiratif
Profil Mathius D. Fakhiri menunjukkan perjalanan hidup yang kaya dan berlapis — dari anak kampung yang melewati tantangan berat, hingga menjadi polisi bintang tiga dengan kiprah besar di Papua, dan kini menggenggam amanah sebagai Kepala Daerah.
Beberapa nilai yang menonjol:
-
Ketangguhan dan prestasi: sukses dalam operasi keamanan berskala konflik dan krusial.
-
Kepedulian sosial-politik: mengajak persatuan dan etika saat kampanye panas.
-
Kedalaman personal: keputusan spiritual yang menunjukkan refleksi diri dan ketenangan batin.






