Pasca Banjir, Jalan Umum di Kota Langsa Masih Dipenuhi Lumpur dan Sampah Bekas Perabot Rumah Tangga
Koran sibolga – Pasca banjir Jalan Umum Bencana banjir yang melanda Kota Langsa beberapa hari lalu mulai surut, namun meninggalkan pekerjaan besar bagi warga dan pemerintah setempat. Hingga hari ini, sejumlah jalan umum di berbagai kecamatan masih dipenuhi lumpur tebal serta tumpukan sampah bekas perabot rumah tangga yang terbawa arus banjir.
Pasca banjir Jalan Umum Aktivitas Warga Terhambat
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lapisan lumpur setinggi 5–15 sentimeter masih menutupi beberapa ruas jalan. Kondisi ini membuat akses warga terganggu, baik untuk berangkat kerja maupun untuk mengangkut barang-barang rumah tangga yang hendak dibersihkan.
Beberapa pengendara terlihat berhati-hati melintasi jalan yang licin, sementara sebagian lainnya memilih memutar arah karena khawatir kendaraan mereka terjebak lumpur. Situasi ini diperparah oleh genangan air kecil di beberapa titik yang belum sepenuhnya mengering.
Baca Juga: Gerak Cepat Bupati Mukhlis Tangani Musibah Banjir
Sampah Bekas Perabotan Menumpuk di Tepi Jalan
Selain lumpur, sampah rumah tangga seperti kasur, lemari, sofa, karpet, hingga peralatan elektronik tampak menumpuk di pinggir jalan. Tumpukan ini merupakan perabot yang rusak dan tak lagi bisa digunakan setelah terendam air banjir.
Warga berinisiatif mengeluarkan barang-barang tersebut dari rumah mereka untuk mempercepat proses pembersihan, namun keterbatasan armada pengangkut sampah membuat penumpukan semakin banyak. Aroma tak sedap pun mulai muncul, menjadi kekhawatiran khusus terutama jika kondisi dibiarkan terlalu lama.
Petugas Kebersihan Kerja Ekstra, Namun Armada Terbatas
Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa terus dikerahkan ke titik-titik paling terdampak. Mereka membersihkan jalan menggunakan alat berat, menyemprotkan air bertekanan, dan mengangkut sampah yang menumpuk.
Namun, luasnya area terdampak membuat proses pembersihan berjalan lambat. Beberapa wilayah hanya dapat dibersihkan sebagian karena keterbatasan tenaga dan peralatan. Petugas juga harus bergantian dengan tim lainnya untuk memastikan seluruh lokasi mendapat perhatian merata.
Warga Mulai Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
Tidak hanya mengandalkan pemerintah, warga di beberapa gampong mulai menggelar kegiatan gotong royong. Mereka membersihkan halaman rumah, parit, hingga jalan-jalan kecil agar aktivitas sehari-hari bisa kembali normal.
Kegiatan ini juga menjadi momen saling membantu di antara warga, terutama bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan lebih parah. Gotong royong dilakukan sejak pagi hingga siang hari untuk menghindari cuaca panas dan memanfaatkan kondisi jalan yang mulai mengering.
Pasca banjir Jalan Umum Potensi Penyakit Mulai Dikhawatirkan
Tumpukan sampah basah dan lumpur menjadi potensi berkembangnya penyakit kulit, diare, serta demam berdarah. Warga mengaku khawatir dengan banyaknya nyamuk yang mulai bermunculan sejak banjir surut.
Puskesmas setempat telah mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan antiseptik saat membersihkan rumah, serta membuang barang-barang rusak ke tempat yang aman dari jangkauan anak-anak.
Harapan Warga: Pembersihan Dipercepat
Meskipun proses pemulihan sedang berjalan, warga berharap pemerintah Kota Langsa dapat menambah armada pengangkut sampah dan mempercepat pembersihan jalan. Akses jalan yang normal sangat penting agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan dan warga bisa melanjutkan rutinitas mereka.




