Koran Sibolga – Pembebasan Lahan Jalan Pembangunan jalan baru yang menghubungkan kawasan Pango dengan Lamsayeun kini memasuki tahap akhir. Dari total panjang lahan yang harus dibebaskan untuk kelancaran proyek, kini hanya tersisa sekitar 577 meter yang belum tuntas prosesnya.
Proyek ini merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mendukung konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan infrastruktur transportasi.
Menurut informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebagian besar lahan sudah dibebaskan dan telah melalui proses ganti rugi kepada masyarakat terdampak. Sisanya kini dalam tahap penyelesaian administratif dan negosiasi.
Progresnya sudah sangat baik. Tersisa sedikit lagi. Kami optimistis pembebasan lahan ini bisa dituntaskan dalam waktu dekat agar pengerjaan jalan bisa dilanjutkan tanpa hambatan,” ujar perwakilan PUPR Kota Banda Aceh.
Pembebasan Lahan Jalan Pango–Lamsayeun dirancang sebagai akses alternatif
strategis yang akan menghubungkan wilayah pinggiran dengan pusat kota lebih cepat dan efisien. Selain itu, jalur ini juga akan menjadi solusi untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan utama yang kerap padat, terutama saat jam sibuk.
Kehadiran jalan baru ini diharapkan membawa dampak positif, tidak hanya bagi mobilitas masyarakat, tapi juga terhadap geliat ekonomi warga sekitar. Warung, usaha kecil, dan layanan logistik diprediksi akan tumbuh seiring terbukanya akses jalan yang lebih lebar dan layak.
Baca Juga: TKD Sumut Dipangkas Rp 1,1 Triliun, Bobby Beberkan Nasib Gaji ASN-PPPK
Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyelesaikan pembebasan lahan. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan hak-hak warga dan memastikan setiap bentuk ganti rugi diberikan secara adil dan sesuai aturan.
Masyarakat pun menyambut positif percepatan proyek ini. Sejumlah warga mengungkapkan harapan agar pembangunan jalan bisa segera rampung agar akses dan kegiatan sehari-hari menjadi lebih lancar.
Sisa lahan tersebut kini sedang dalam proses administrasi dan koordinasi lebih lanjut dengan para pemilik tanah. Pemerintah kota menargetkan proses pembebasan ini dapat diselesaikan secepat mungkin agar pengerjaan jalan bisa dilanjutkan secara menyeluruh.
Proyek Jalan Pango–Lamsayeun dinilai strategis karena mampu mengurai kemacetan, khususnya di jalur-jalur utama Banda Aceh. Selain itu, kehadiran akses baru ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi warga di sekitar jalur tersebut.
Warga sekitar juga menyambut baik rencana pembukaan jalan ini. Banyak yang berharap proyek ini segera rampung agar aktivitas transportasi dan distribusi barang lebih mudah.
Kalau jalan ini jadi, tentu sangat membantu kami. Akses lebih cepat ke kota dan juga bisa menghidupkan usaha kecil di sini,” kata Rahmat, warga Pango.
Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan pembebasan lahan dilakukan secara adil dengan pendekatan persuasif dan berdasarkan peraturan yang berlaku. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk terus c ini demi kepentingan bersama.






