Pemuda dan Warga Merbau Dua Aceh Timur Tanam Ratusan Pohon Matoa untuk Hijaukan Desa
Koran Sibolga – Pemuda dan Warga Merbau Semangat menjaga lingkungan kembali digelorakan oleh masyarakat Desa Merbau Dua, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. Pada akhir pekan ini, puluhan pemuda bersama warga setempat menggelar aksi penghijauan dengan menanam ratusan bibit pohon matoa di berbagai titik strategis desa. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk menghidupkan kembali ruang hijau dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
Kesadaran Lingkungan yang Tumbuh dari Akar Rumput
Aksi penghijauan di Merbau Dua muncul dari inisiatif pemuda gampong yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Mereka melihat bahwa sejumlah area desa mulai berkurang tingkat kehijauannya akibat pembangunan yang semakin berkembang. Dari situlah muncul ide menanam pohon matoa—jenis pohon yang dikenal kuat, produktif, dan bernilai ekonomis.
“Kami ingin desa ini tetap teduh, hijau, dan nyaman. Pohon matoa dipilih karena selain rindang, buahnya juga bisa dinikmati warga,” ungkap salah satu koordinator kegiatan pemuda.
Kesadaran ini kemudian mendapat dukungan penuh dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok ibu-ibu PKK. Hasilnya, kegiatan pun berjalan dengan antusias tinggi sejak pagi.
Baca Juga: Program S2 UIN Ar-Raniry Bisa Rampung Setahun Lewat RPL
Ratusan Pohon Matoa untuk Masa Depan Desa
Perawatan mudah meski di cuaca panas maupun lembap
Akar kuat yang membantu mencegah erosi
Rindang dan cepat tumbuh sehingga cocok sebagai peneduh jalan desa
Buah manis dan bernilai jual
Pinggir jalan desa
Sekitar meunasah (masjid kecil)
Area persawahan
Tanah wakaf dan tanah kosong milik desa
Taman bermain dan lapangan bola
Para pemuda bergerak secara gotong royong—mulai dari menggali tanah, menanam, hingga menyiram bibit. Sementara warga lain menyediakan air, alat, dan konsumsi.
Kolaborasi Pemuda, Warga, dan Pemerintah Desa
Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga soal menjaga kebersamaan. Pemerintah desa memberikan dukungan berupa bibit dan alat, sementara para pemuda menjadi motor penggerak lapangan.
Tokoh masyarakat menyampaikan bahwa aksi penghijauan ini harus menjadi kegiatan rutin. Menurut mereka, perubahan iklim yang semakin ekstrem membuat desa harus memiliki lebih banyak pohon sebagai penyangga ekosistem.
“Dulu Merbau Dua terkenal dengan pepohonan besar dan udara sejuk. Kami ingin mengembalikan suasana itu,” ujar salah seorang tetua desa.
Pemuda dan Warga Merbau Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi
1. Udara Lebih Sejuk dan Bersih
Lebih banyak pohon berarti lebih banyak produksi oksigen, mengurangi panas, dan memperbaiki kualitas udara.
2. Pencegahan Banjir dan Erosi
Akar matoa yang kuat membantu menahan tanah agar tidak terbawa air saat musim hujan.
3. Potensi Ekonomi Desa
Buah matoa memiliki harga jual cukup baik dan bisa menjadi sumber pendapatan warga.
4. Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan
Jalur desa yang rindang meningkatkan kenyamanan aktivitas warga, termasuk anak-anak yang berjalan ke sekolah.
5. Edukasi bagi Generasi Muda
Kegiatan ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya merawat alam sejak dini.
Pemuda dan Warga Merbau Komitmen Perawatan Jangka Panjang
Setelah proses penanaman selesai, warga sepakat untuk membentuk tim kecil yang bertanggung jawab menjaga bibit matoa. Mereka akan:
Menyiram secara rutin
Membersihkan rumput liar
Mengganti bibit yang mati
Melakukan pemupukan berkala
Pemuda juga berencana memasang papan nama di setiap lokasi penanaman agar warga mengingat pentingnya merawat lingkungan.
Harapan Besar dari Sebuah Gerakan Sederhana
Langkah yang dilakukan pemuda Merbau Dua mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar di masa mendatang. Jika ratusan bibit matoa ini tumbuh besar, Merbau Dua akan dikenal sebagai desa yang hijau, teduh, dan produktif.
Penutup
Aksi penanaman ratusan pohon matoa di Merbau Dua, Aceh Timur, menunjukkan bahwa masyarakat desa memiliki kekuatan sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi.






