1. Peredaran rokok ilegal Muda di NTB, Bea Cukai Mataram Turun Tangan
Koran Sibolga Peredaran rokok ilegal Bea Cukai Mataram melaporkan bahwa harga rokok ilegal di NTB yang hanya Rp 5.000 per bungkus mempermudah anak-anak di bawah umur untuk mencoba dan menjadi perokok pemula. Kepala Seksi Kepabeanan Cukai Guntur Setiono menyatakan harga murah ini menjadi ancaman serius karena membuka akses anak-anak terhadap rokok secara ilegal.
Selain persoalan kesehatan, Bea Cukai juga mencatat bahwa sepanjang 2024 mereka memusnahkan 6,1 juta batang rokok ilegal—senilai Rp 8,3 miliar, menimbulkan potensi kerugian pada penerimaan negara sebesar Rp 4,4 miliar .
2. Data Mengejutkan: Murah Ancam Generasi Muda
Direktur Bea Cukai Mataram mengungkapkan peningkatan rokok ilegal pada 2024 menjadi 6,2 juta batang dari 4,8 juta batang pada 2023. Nilai potensial kerugian negara mencapai Rp 4,4 miliar—angka yang mencurigakan mengingat distribusi rokok ilegal juga memudahkan akses bagi remaja.
Guntur Setiono menyarankan langkah represif dan edukasi kuat untuk menghalau peredaran, serta mengajak masyarakat aktif dalam operasi “gempur rokok ilegal” untuk melindungi anak dari dampak konsumsi dini.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1360915/original/045635300_1475232910-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-09.jpg)
Baca Juga: Darma Wijaya punya rutinitas jenguk teman sakit
3. Opini: Harga Murah Tapi Mahal di Akhir—Kenapa Rokok Ilegal Berbahaya?
Rokok ilegal memang murah secara fisik, tapi bahayanya jauh lebih besar. Terjangkaunya harga rokok ilegal bagi anak di bawah umur meningkatkan prevalensi perokok muda. Tak hanya soal kesehatan dan kecanduan anak, tapi juga berdampak negatif pada penerimaan negara—tahun lalu potensi kerugian mencapai Rp 4,4 miliar.
Solusinya? Penindakan tegas, sosialisasi tentang dampak kesehatan, dan pengawasan ketat terhadap pedagang dan distributor rokok ilegal.
4. Edukasi & Kebijakan: Cara Ampuh Redam Pengaruh Rokok Ilegal
Bea Cukai Mataram mengimbau masyarakat untuk mengenali jenis rokok ilegal: tanpa pita cukai, pita palsu, atau berbeda ukuran. Informasi mudah ini penting agar masyarakat tidak terjebak membeli rokok murah tapi ilegal.
Kombinasi antara edukasi kesehatan kepada anak dan penegakan hukum terhadap penjual rokok illegal diyakini dapat menekan angka perokok pemula akibat harga yang sangat terjangkau.
5. Sinergi Pemerintah dan Warga Lawan Rokok Murah yang Memperluas Pasar Remaja
Melalui operasi rutin penindakan bersama Satpol-PP dan aparat daerah, Bea Cukai Mataram berhasil memusnahkan jutaan batang rokok ilegal tiap tahun. Keberhasilan ini signifikan mencegah makin banyak perokok pemula di pelosok.
Namun, upaya preventif tidak cukup jika warga pasif. Perlu keterlibatan aktif masyarakat: laporkan rokok ilegal, tolak penjualan kepada anak, dan edukasi risiko kesehatan. Dengan demikian, bisa ditekan dan perlindungan bagi generasi muda bisa diwujudkan.
