Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Puluhan SD Terendam Lumpur Banjir Disdikbud Pidie Siasati Pelaksanaan Ujian

Puluhan SD Terendam Lumpur
Skintific

Puluhan SD Terendam Lumpur Banjir, Disdikbud Pidie Cari Cara Agar Ujian Tetap Berjalan

Koran Sibolga — Puluhan SD Terendam Lumpur Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie dalam beberapa hari terakhir meninggalkan dampak besar pada dunia pendidikan. Puluhan Sekolah Dasar (SD) di berbagai kecamatan dilaporkan terendam lumpur tebal setelah air surut, sehingga proses belajar mengajar lumpuh total dan persiapan ujian semester terancam terganggu.

Lumpur dan Puing Menguasai Ruang Kelas

Hujan deras yang mengguyur wilayah Pidie menyebabkan beberapa sungai meluap dan membanjiri kawasan pemukiman, termasuk kompleks sekolah. Setelah banjir surut, pemandangan yang tertinggal tidak kalah memprihatinkan: ruang kelas dipenuhi lumpur setebal hingga 50 sentimeter, buku pelajaran hancur, meja dan kursi terseret ke sudut ruangan, dan sebagian peralatan sekolah tidak dapat diselamatkan.

Skintific

“Lumpur sangat tebal dan mengeras. Kami butuh waktu lama untuk membersihkannya,” kata seorang guru dari salah satu SD di Kecamatan Mila.

Para guru dan warga telah melakukan gotong royong, namun luasnya area terdampak membuat proses pembersihan berjalan lambat.Media haba RAKYATDisdikbud Pidie Verifikasi Sekolah Terdampak Banjir

Baca Juga: Bupati Pidie Resmi Perpanjang Status Darurat Bencana 14 Hari ke Depan

Puluhan SD Terendam Lumpur Ujian Semester Terancam Tertunda

Situasi ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie, terutama karena siswa tingkat akhir SD sedang bersiap menghadapi ujian semester.

Kepala Disdikbud Pidie menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah darurat agar agenda ujian tidak terganggu. Salah satu solusinya adalah memindahkan pelaksanaan ujian ke sekolah lain yang tidak terdampak banjir atau menggunakan balai pengajian dan meunasah sebagai ruang ujian sementara.

“Kami tidak ingin pendidikan anak-anak terhenti. Lokasi ujian mungkin dipindahkan untuk sementara, namun prosesnya tetap mengikuti jadwal yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Sebagian Sekolah Tak Bisa Digunakan Berhari-Hari

Beberapa sekolah diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu minggu untuk bisa digunakan kembali. Sebagian bangunan masih dipenuhi lumpur dan material banjir, sementara drainase sekitar sekolah mengalami kerusakan.

Bahkan ada SD yang melaporkan kehilangan dokumen administrasi dan surat-menyurat penting karena ikut terendam lumpur. Kondisi ini semakin memperlambat proses pemulihan.

“Kami fokus dulu pada ruang kelas. Untuk peralatan sekolah yang rusak, nanti akan kami data ulang,” ujar salah seorang kepala sekolah.

Dukungan Alat Berat Sangat Diharapkan

Meski gotong royong terus berlangsung, sekolah-sekolah terdampak menilai pengerahan alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembersihan halaman dan lapangan sekolah yang tertimbun lumpur tebal.

Beberapa pihak sekolah telah mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah untuk mengirimkan ekskavator mini atau dump truck guna mengangkut lumpur dalam jumlah besar.

“Kalau tidak ada alat berat, pemulihan akan memakan waktu sangat lama. Kami ingin anak-anak segera kembali belajar,” kata perwakilan komite sekolah.

Puluhan SD Terendam Lumpur Orang Tua dan Warga Siap Bantu

Kesadaran masyarakat terlihat jelas dengan banyaknya orang tua siswa yang ikut serta dalam pembersihan. Mereka berharap sekolah bisa kembali normal sebelum ujian dimulai, agar anak-anak tidak perlu menempuh jarak jauh ke lokasi alternatif.

“Anak-anak sudah belajar, sayang kalau ujian ditunda,” ujar seorang wali murid.

Disdikbud: Ujian Tetap Jalan, Keselamatan Prioritas

Terlepas dari kondisi yang ada, Disdikbud memastikan bahwa ujian semester tetap akan dilaksanakan, namun dengan penyesuaian lokasi dan pengawasan. Keselamatan siswa tetap menjadi pertimbangan utama, terutama bagi sekolah yang strukturnya belum sepenuhnya aman setelah banjir.

Skintific