Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Susno Duadji Blak-blakan yang Perlu Dibenahi Polisi Pangkat Tinggi Ramainya Tuntutan Reformasi Polri

Susno Duadji
Skintific

Susno Duadji Blak-blakan Soal Pembenahan Polri: Soroti Pangkat Tinggi dan Desakan Reformasi

Koran Sibolga – Susno Duadji Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, kembali mencuri perhatian publik. Dalam sebuah wawancara yang kini ramai diperbincangkan, ia blak-blakan mengungkapkan hal-hal yang menurutnya perlu dibenahi dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Salah satu sorotan tajamnya adalah fenomena membengkaknya jumlah perwira tinggi (pati) dan lemahnya sistem karier di institusi tersebut.

Pernyataan Susno ini muncul di tengah semakin nyaringnya tuntutan reformasi Polri, menyusul sejumlah kasus yang menyorot kinerja hingga integritas aparat kepolisian dalam beberapa tahun terakhir.

Skintific

Terlalu Banyak Jenderal, Tidak Efektif?

Dalam pernyataannya, Susno menilai bahwa jumlah perwira tinggi di tubuh Polri saat ini sudah tidak proporsional. Hal ini, menurutnya, bisa menciptakan kebingungan dalam rantai komando serta berdampak pada pemborosan anggaran.

Bayangkan, saat ini jenderal polisi sudah mencapai ratusan, tapi tidak semua punya jabatan strategis. Banyak yang hanya ‘menunggu penugasan’ tanpa peran yang jelas,” ujar Susno dalam pernyataannya.

Ia juga menyinggung soal promosi jabatan yang dinilainya tidak selalu didasarkan pada prestasi atau kapasitas, tetapi lebih pada kedekatan. Hal ini, menurutnya, telah mengikis profesionalisme dan semangat meritokrasi di internal Polri.

Dari Nol, Susno Duadji Minta Evaluasi Penyidikan Kasus Vina Cirebon

Baca Juga: BMKG prakirakan mayoritas wilayah Indonesia berawan-hujan pada Selasa

Desakan Publik Akan Reformasi Polri

Komentar Susno muncul bersamaan dengan semakin kencangnya tuntutan publik untuk mereformasi Polri, baik dari kalangan masyarakat sipil, akademisi, hingga mantan tokoh-tokoh internal kepolisian.

Isu-isu seperti penanganan kasus yang tidak transparan, dugaan kekerasan berlebihan, korupsi di tubuh Polri, hingga kasus-kasus besar yang belum tuntas menjadi pemicu utama gelombang kritik terhadap institusi tersebut.

Lembaga swadaya masyarakat seperti KontraS dan ICW juga mendorong perlunya audit menyeluruh terhadap anggaran, pola rekrutmen, hingga struktur pangkat dalam kepolisian. Mereka juga menekankan pentingnya membatasi wewenang yang terlalu besar tanpa pengawasan yang sepadan.

Polri Butuh Pembenahan Sistemik

Susno menyarankan agar reformasi Polri tidak hanya bersifat kosmetik atau struktural semata, tetapi harus menyentuh level budaya organisasi.

Reformasi bukan cuma soal ganti seragam atau jabatan. Ini soal mengubah mindset dan cara kerja. Kepolisian harus menjadi pelayan masyarakat, bukan alat kekuasaan,” tegasnya.

Susno Duadji Terbuka, Tapi Hati-hati

Pihak Polri sendiri, melalui Divisi Humas, menanggapi pernyataan Susno dengan nada hati-hati. Mereka menyatakan bahwa institusi terbuka terhadap kritik dan saran, namun menekankan bahwa proses reformasi sebenarnya sudah berjalan bertahap, baik dari sisi teknologi, sistem pengawasan internal, hingga perbaikan SDM.

Penutup

Pernyataan Susno Duadji menjadi salah satu suara penting dari dalam yang memperkuat argumen perlunya reformasi menyeluruh terhadap Polri. Dengan pengalaman panjangnya di institusi kepolisian, pandangannya mencerminkan keprihatinan sekaligus harapan agar Polri bisa benar-benar berbenah dan kembali mendapatkan kepercayaan publik secara utuh.

Skintific