Tiga Nelayan Diselamatkan Nelayan Malaysia: Kisah Nyata dari Perairan Tanjung Bangsi
Koran Sibolga Tiga nelayan Sebuah kisah dramatis dari lautan kembali membuktikan bahwa harapan bisa tetap hidup bahkan dalam situasi paling gelap. Tiga nelayan tradisional yang sempat dinyatakan hilang selama lima hari di perairan Tanjung Bangsi akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan Malaysia, setelah terombang-ambing sejauh ratusan kilometer hingga mendekati perbatasan antarnegara.
“Alhamdulillah, suami saya Abdul Rahman sudah kembali ke rumah. Kami semua menangis bahagia ketika melihat mereka pulang dalam keadaan sehat, meski masih lemah,” kata Sarpina Ritonga, istri Abdul Rahman, saat dihubungi dari Rantauprapat, Jumat (13/6/2025).
Abdul Rahman (50), Samsul Rizal (53), dan Ridho (30) sempat menghilang sejak Rabu malam (4/6). Mesin perahu mereka mengalami kerusakan pada baling-baling saat sedang melaut di sekitar perairan Tanjung Bangsi. Tanpa tenaga penggerak, perahu mereka perlahan terbawa arus hingga ke wilayah utara perairan Indonesia.

Baca Juga: Darma Wijaya punya rutinitas jenguk teman sakit
Beras Mentah dan Garam: Satu-satunya Harapan Bertahan Hidup
Mereka mencoba mendayung, lalu membuat layar darurat dari terpal seadanya. Namun, arah angin malah membawa mereka semakin jauh ke laut lepas, mendekati Pulau Jemur, bahkan hampir ke perairan Malaysia.
“Mereka tidak tidur nyenyak selama lima hari. Setiap malam mereka harus bergantian berjaga karena takut dihantam ombak atau terseret arus lebih jauh,” cerita Sarpina dengan suara lirih.
Keajaiban datang pada Rabu (11/6), ketika sebuah kapal nelayan Malaysia yang sedang menjaring ikan menemukan ketiganya yang nyaris tak berdaya.
Tiga nelayan Respons Cepat dan Dukungan dari Aparat
Selama masa pencarian, BPBD Kabupaten Labuhanbatu telah berkoordinasi dengan Satpol Airud Polres Labuhanbatu serta TNI AL.
“Kami mengerahkan semua sumber daya yang ada. Tapi arus laut sangat kuat dan memperluas area pencarian. Kami bersyukur akhirnya mereka ditemukan dalam kondisi hidup,” ujar seorang petugas dari BPBD.
Kembali ke Pelukan Keluarga
Setelah lima hari penuh ketidakpastian, ketiga nelayan tersebut kini berada di rumah masing-masing untuk menjalani masa pemulihan. Warga setempat pun menyambut mereka bak pahlawan yang baru pulang dari medan perjuangan.
“Ridho masih terlihat lemas, tapi semangat hidup mereka luar biasa. Kami semua belajar tentang arti bersyukur hari ini,” ungkap seorang warga Panipahan.
Refleksi dari Laut
Kisah ini bukan sekadar cerita dramatis dari laut. Minimnya fasilitas keselamatan dan ketergantungan pada cuaca dan kondisi mesin membuat pekerjaan mereka penuh dengan ketidakpastian.
