Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Nagekeo, Menteri PUPR Tegaskan Penanganan Harus Cepat dan Terpadu
Koran Sibolga — Tinjau Lokasi Banjir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (19/9). Dalam kunjungannya, Menteri Basuki menekankan pentingnya penanganan cepat, terencana, dan menyeluruh untuk memulihkan kondisi wilayah serta mencegah bencana serupa di masa mendatang.
Banjir bandang yang melanda wilayah itu pada awal pekan telah menyebabkan kerusakan serius, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, hingga permukiman warga. Ratusan jiwa terdampak dan puluhan rumah rusak berat, dengan akses antarwilayah sempat terputus.
1. Prioritaskan Penanganan Darurat
Saat mengunjungi salah satu titik terparah di Kecamatan Aesesa, Menteri PUPR menyampaikan bahwa langkah awal adalah mengatasi kerusakan yang menghambat akses dan distribusi bantuan.
Kita harus segera membuka akses jalan utama dan membangun kembali jembatan yang hanyut. Penanganan tidak boleh menunggu.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Pluit Diduga karena Rem Blong
2. Kerja Sama Antarinstansi Diperkuat
Ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta TNI dan Polri dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kementerian PUPR juga memastikan ketersediaan logistik dan peralatan berat di lokasi terdampak.
3.Tinjau Lokasi Banjir Evaluasi Tata Ruang dan Drainase Wilayah
Menteri Basuki memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan studi teknis guna merevisi perencanaan tata ruang dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Nagekeo..
Ini bukan hanya soal banjir sesaat, tapi perlu koreksi jangka panjang.
4. Tinjau Lokasi Banjir Program Padat Karya dan Hunian Sementara
Basuki mengatakan, selain membangun infrastruktur, penting juga menciptakan lapangan kerja melalui proyek padat karya agar warga tidak hanya mendapat bantuan pasif, tapi ikut terlibat dalam proses pemulihan.
Kita ingin warga terdampak tetap punya penghasilan sambil menunggu pemulihan selesai,” katanya.
5. Banjir Bandang Jadi Alarm Pembangunan Berbasis Risiko Bencana
Kunjungan Menteri PUPR ke Nagekeo juga menjadi momen refleksi penting akan perlunya pembangunan yang berbasis risiko bencana, khususnya di daerah-daerah dengan kontur rawan seperti NTT.
Penutup
Kehadiran Menteri PUPR langsung di lokasi banjir bandang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons bencana di Nagekeo






