Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Wamenag RI Fahmi Ummi tumbuh jadi organisasi disegani di Indonesia

Skintific

Wamenag RI Fahmi Ummi dari Akar Rumput hingga Panggung Nasional: Wamenag RI Akui Eksistensinya yang Kian Disegani

Koran Sibolga – Wamenag RI Fahmi Ummi Di tengah arus perubahan zaman dan tantangan kehidupan berbangsa, hadir satu nama yang perlahan namun pasti mencuat sebagai kekuatan moral dan spiritual: Ummi. Sebuah organisasi yang dahulu tumbuh dari komunitas sederhana kini menjelma menjadi lembaga yang disegani, tak hanya dalam lingkup keagamaan, tapi juga sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Pernyataan tersebut bukan datang dari sembarang tokoh. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, H. Saiful Fahmi, atau yang akrab disapa Wamenag Fahmi, secara terbuka mengakui kiprah Ummi sebagai organisasi yang mampu membawa angin segar dalam dakwah moderat dan pembangunan karakter umat di Indonesia.

Skintific

Ummi bukan sekadar organisasi. Ia adalah gerakan, yang tumbuh dari keikhlasan, bergerak dengan ketulusan, dan kini berdampak secara luas. Tidak heran jika Ummi kini menjadi organisasi yang disegani,” ujar Wamenag Fahmi dalam sambutannya saat menghadiri perhelatan Milad Ummi ke-XX di Jakarta.


Dari Gerakan Akar Rumput Menjadi Pilar Dakwah Nasional

Ummi—yang dalam bahasa Arab berarti “ibuku”—bermula dari kegiatan keagamaan kecil di lingkungan masyarakat. Namun dalam perjalanannya, Ummi tak hanya fokus pada pengajian atau halaqah. Ia tumbuh menjadi organisasi dengan struktur yang rapi, program yang masif, dan pengaruh yang nyata.

Dari pelatihan guru mengaji, pembinaan keluarga Islami, hingga penguatan literasi keislaman di era digital, Ummi menjadi wadah kolaborasi lintas generasi dan lintas profesi. Organisasi ini tak hanya merangkul kalangan pesantren, tapi juga anak-anak muda kota, para profesional, hingga aktivis digital yang haus akan arah dan nilai.

H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan Silaturahmi Bersama FAHMI UMMI:  Muslimah Punya Peran Strategis dalam Pembinaan Umat -


Baca Juga: Tinjau SPPG di Serdang Bedagai, Ombudsman RI apresiasi dukungan Bupati untuk program MBG

Wamenag RI Fahmi Ummi Jadi Mitra Pemerintah, Bukan Lawan Wacana

Yang menarik, Ummi tidak mengambil posisi antagonis terhadap negara. Sebaliknya, organisasi ini kerap menjadi mitra strategis Kementerian Agama, terutama dalam menyebarkan Islam yang moderat, ramah, dan menjawab tantangan zaman.

“Ummi adalah contoh nyata bahwa ormas Islam bisa tumbuh besar tanpa harus menjadi provokatif. Mereka menunjukkan bahwa kerja sunyi dan konsisten jauh lebih kuat dampaknya daripada retorika keras,” tambah Wamenag Fahmi.

Kehadiran Ummi di berbagai lini – dari pelosok desa hingga ruang-ruang diskusi digital – membuat organisasi ini punya pijakan kuat sekaligus luwes. Ia bisa masuk ke ruang-ruang perempuan, pendidikan anak usia dini, hingga forum-forum kebangsaan.


Jejak Langkah Ummi: Mencetak Generasi Qurani, Membentuk Masyarakat Mandiri

Beberapa capaian Ummi yang kini mulai menjadi perhatian nasional:

Program Rumah Qur’an berbasis komunitas yang telah tersebar di 22 provinsi.

Digitalisasi Pembelajaran Islam lewat aplikasi dan media sosial edukatif.

Pelatihan Da’i Milenial yang membekali dai muda dengan kemampuan komunikasi dan teknologi.

Program “Keluarga Ummi” yang mendampingi keluarga dalam membangun rumah tangga Islami.

Kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti pemberdayaan ekonomi, bantuan bencana, dan santunan yatim.


Tanggapan Masyarakat: Ummi Bukan Hanya Ormas, Tapi Gerakan Cinta

Tak sedikit masyarakat yang menyebut Ummi bukan sekadar organisasi, tapi “gerakan cinta”—cinta pada Al-Qur’an, cinta pada Rasulullah, cinta pada keluarga, dan cinta pada negeri. Dalam banyak testimoni, Ummi dianggap membawa nilai keislaman yang hangat, menyentuh, dan tidak menggurui.

“Yang saya suka dari Ummi, mereka mendekati dengan kelembutan, bukan menghakimi. Dakwah mereka menyentuh, bukan menyindir. Itu yang membuat saya betah ikut program-program mereka,” ujar Lina, ibu rumah tangga di Bandung, yang aktif dalam komunitas Ummi lokal.


Penutup: Tumbuhnya Asa, Terus Menebar Cahaya

Ummi kini bukan lagi sekadar organisasi lokal. Ia telah menjelma menjadi representasi Islam yang membumi namun tetap bercahaya. Dan ketika Wamenag menyebutnya sebagai organisasi yang disegani, itu bukan sekadar pujian—tapi pengakuan atas dedikasi panjang, konsistensi perjuangan, dan komitmen pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Skintific