WN China Tersangka Pencurian Listrik Kabur dari Tahanan Rumah di Ketapang
Koran Sibolga – WN China Tersangka Seorang Warga Negara (WN) China yang menjadi tersangka dalam kasus pencurian listrik berhasil kabur dari tahanan rumah di Ketapang, Kalimantan Barat, pada Sabtu malam lalu. Kejadian ini mengejutkan pihak kepolisian dan aparat setempat karena tersangka yang telah diamankan sebelumnya tiba-tiba menghilang tanpa jejak, meski tengah menjalani pengawasan ketat di rumah tahanan.
Kronologi Kejadian
Tersangka yang diketahui bernama Zhao Wei, seorang pria berusia 40 tahun, ditangkap pada bulan lalu karena terlibat dalam pencurian listrik yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang dia miliki di Ketapang. Perusahaan tersebut diduga telah melakukan penyambungan listrik ilegal untuk menghemat biaya operasional, yang mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Zhao Wei sebelumnya dijerat dengan tindak pidana pencurian dan pemalsuan dokumen.
Namun, meskipun kasusnya tengah diproses, Zhao Wei tidak dipenjara di lembaga pemasyarakatan, melainkan hanya dikenakan tahanan rumah setelah proses pemeriksaan awal. Polisi setempat menyebutkan bahwa pihaknya memberikan izin kepada tersangka untuk tinggal di rumahnya dengan pengawasan terbatas, mengingat statusnya sebagai orang asing dan diharapkan kooperatif selama proses hukum.
Namun, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB, Zhao Wei diketahui kabur dari rumah tempat ia ditahan. Ia berhasil melewati pengawasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat. Polisi menduga bahwa tersangka mungkin dibantu oleh pihak lain untuk melarikan diri. Hal ini mengarah pada dugaan adanya pihak yang bersekongkol untuk membantu Zhao Wei keluar dari pengawasan.
Pencarian Korban Langsung Diperluas
Setelah mengetahui bahwa Zhao Wei melarikan diri, Polres Ketapang langsung bergerak cepat untuk melakukan pencarian. Tim gabungan dari Polres Ketapang, Bareskrim Polri, dan unit Densus 88 yang juga dilibatkan dalam proses pencarian, mulai melacak keberadaan tersangka dengan memeriksa sejumlah lokasi yang diduga bisa menjadi tempat pelarian.
Kapolres Ketapang, AKBP Asep Mulyana, mengatakan bahwa pencarian terus dilakukan dengan fokus pada pemetaan lokasi pelarian. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memastikan bahwa tersangka tidak melarikan diri ke luar negeri. Kami juga sedang mengecek kemungkinan adanya pihak yang membantu pelarian tersangka,” ujar AKBP Asep dalam konferensi pers.
Salah satu fokus pencarian adalah kawasan-kawasan yang memiliki akses menuju pelabuhan dan bandara. Pasalnya, banyak yang menduga bahwa Zhao Wei bisa saja mencoba untuk melarikan diri dengan berangkat menggunakan kapal atau penerbangan ke luar negeri, terutama ke negara asalnya, China.
Baca Juga: Man United Vs Tottenham Spurs Repotkan City Ancaman untuk Carrick
WN China Tersangka Penyelidikan Kasus Pencurian Listrik
Sebelum kabur, Zhao Wei merupakan bagian dari jaringan pencurian listrik yang cukup besar di wilayah Kalimantan Barat. Polisi menduga bahwa ia telah mengatur penyambungan listrik ilegal yang menyebabkan kerugian negara hingga milliaran rupiah. Perusahaan yang ia kelola di Ketapang diketahui melakukan penyimpangan dalam penggunaan listrik dengan memanipulasi meteran dan sambungan listrik, mengakibatkan pengeluaran yang jauh lebih rendah daripada yang seharusnya dibayar kepada PLN.
Selain itu, Zhao Wei juga dijerat dengan pemalsuan dokumen terkait dengan izin penggunaan listrik dan dokumen terkait lainnya, yang membuat proses investigasi semakin rumit. Ia diduga telah bekerja sama dengan sejumlah oknum yang memungkinkan perusahaan yang dia kelola menikmati listrik secara ilegal selama bertahun-tahun.
Keberhasilan polisi dalam menahan Zhao Wei pada awalnya dianggap sebagai pencapaian besar dalam pemberantasan kejahatan pencurian energi di daerah ini. Namun, pelarian yang terjadi mengundang kekhawatiran tentang kelengahan pengawasan dan potensi korupsi yang melibatkan pihak-pihak yang berperan dalam pengamanan.
Reaksi Masyarakat dan Pemerintah Setempat
Peristiwa pelarian Zhao Wei ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan keselamatan hukum dan integritas sistem pengawasan tahanan. Banyak yang mengkritik langkah penahanan rumah yang dianggap terlalu longgar untuk tersangka dengan kasus yang cukup serius. Beberapa warga meminta agar sistem keamanan tahanan lebih diperketat, terutama bagi tersangka asing yang kemungkinan memiliki akses lebih mudah untuk melarikan diri.
“Pencurian listrik ini jelas merugikan banyak pihak, dan pelarian tersangka ini memperburuk citra aparat penegak hukum di sini. Kami berharap ada langkah lebih tegas dari pemerintah untuk menangani masalah ini,” ujar Andri, seorang warga Ketapang yang merasa kecewa dengan kejadian tersebut.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, juga memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. “Kami mengutuk keras pelarian tersangka dan meminta agar pihak berwenang segera menuntaskan pencarian. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Imigrasi untuk memastikan tersangka tidak keluar dari Indonesia,” ujarnya.
Kendala dalam Pencarian Tersangka
Polisi menghadapi berbagai kendala dalam upaya pencarian Zhao Wei. Salah satu masalah utama adalah identitas tersangka yang terdaftar sebagai warga negara asing. Meski telah dijerat hukum, status kewarganegaraan Zhao Wei membuat koordinasi antar negara menjadi lebih kompleks. Otoritas Imigrasi Indonesia bersama dengan Interpol telah dilibatkan untuk memastikan agar tidak ada upaya pelarian ke luar negeri.
Selain itu, pihak berwenang juga mengkhawatirkan adanya jaringan internasional yang membantu pelarian Zhao Wei.






